INLINK, Internasional |Di tepi sunyi Cass Lake, Minnesota, pernah hidup seorang tokoh legendaris yang hingga kini masih menyisakan misteri mendalam tentang usia manusia. Dialah Chief John Smith, seorang pria dari suku Chippewa (Ojibwa) yang diyakini telah hidup antara 96 hingga 137 tahun, sebuah klaim umur panjang yang memikat dunia.
Lahir di antara tahun 1822 hingga 1826, namun beberapa sumber bahkan menyebutkan tahun 1787 sebagai tahun kelahirannya, yang berarti ia bisa saja meninggal di usia luar biasa 137 tahun pada tanggal 6 Februari 1922. Ia dikenal oleh masyarakat kulit putih setempat dengan sebutan “The Old Indian”, dan oleh sesama Ojibwa, ia dipanggil dengan nama-nama seperti Ga-Be-Nah-Gewn-Wonce, Ka-be-nah-gwey-wence, atau Kay-bah-nung-we-way, yang semuanya sarat makna budaya.
John Smith bukan hanya seorang lelaki tua yang dikenang karena usianya. Ia adalah simbol dari kearifan dan ketangguhan nenek moyang. Hidup di tengah gelombang perubahan zaman, ia pernah menjadi bintang utama dalam film keliling pada tahun 1920 yang memperlihatkan para tetua suku Indian. Wajahnya yang penuh garis kehidupan diabadikan oleh fotografer lokal seperti C.N. Christensen, lalu disebarluaskan lewat foto kabinet dan kartu pos, menjadikannya sosok yang nyaris mitologis di mata para pelancong dan masyarakat luas.
John Smith hidup dengan delapan istri dan memiliki seorang anak angkat bernama Tom Smith. Ia menjual foto dirinya di atas kereta, menjadikan dirinya daya tarik unik di wilayah reservasi. Bahkan ia dikenal bisa naik kereta secara gratis, menjelma sebagai duta budaya tak resmi dari masyarakatnya.
Kontroversi tentang usianya tak pernah surut. Seorang pejabat federal, Ransom J. Powell, meragukan umur fantastis itu dan mengatakan bahwa kondisi fisik Smith hanyalah hasil penyakit, bukan usia. Namun, kesaksian dari Paul Buffalo, yang pernah bertemu langsung dengan Smith saat kecil, menyebutkan bahwa sang kepala suku mengaku menyaksikan hujan meteor Leonid yang menakjubkan pada 13 November 1833 momen yang sering dijadikan patokan usia oleh masyarakat pribumi saat itu. Bila benar demikian, Smith mungkin berusia sekitar 99 hingga 100 tahun saat meninggal.
Ia berpindah keyakinan ke Katolik sekitar tahun 1914 dan kini beristirahat damai di Pine Grove Cemetery, Cass Lake, di bagian pemakaman Katolik. Kehidupan John Smith seolah menjadi jembatan antara dua dunia: dunia tradisi leluhur dan dunia modern yang terus berubah.
Sosoknya bukan sekadar legenda umur panjang, namun simbol ketahanan budaya dan identitas suku asli Amerika yang tak lekang oleh waktu.





