Korps Brimob Polri terus memperkuat profesionalisme personel melalui pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi KBR (Kimia, Biologi, Radioaktif), Petugas Penindak Satuan Pasukan Huru Hara (PHH), dan Operator APC (_Armoured Personel Carrier_) Tahun Anggaran 2026 yang dibuka di Gedung Satya Haprabu, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Selasa (19/5/2026) lalu.
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Mei 2026 ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan personel menghadapi dinamika ancaman yang semakin kompleks, baik pada aspek penanganan KBR maupun pengendalian massa dan dukungan kendaraan taktis di lapangan.
Sebanyak 140 personel dari jajaran Korbrimob dan Satbrimob Polda mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 40 peserta penanggap KBR, 70 personel PHH, dan 30 operator APC. Seluruh peserta akan menjalani tahapan uji kompetensi secara menyeluruh, mulai dari administrasi, asesmen, hingga praktik lapangan.
Kegiatan sertifikasi ini juga menjadi bagian dari upaya standarisasi kemampuan personel Brimob Polri agar seluruh pelaksanaan tugas di lapangan berjalan sesuai prosedur, terukur, dan mengedepankan keselamatan personel maupun masyarakat.
Dalam sambutannya, Plt. Kabag SDM Rorenminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Djadjuli terlebih dahulu mengajak seluruh peserta untuk mendoakan almarhum Irjen Pol. (Purn.) Hadiman, sebagai bentuk penghormatan kepada senior Polri yang telah berpulang.
Beliau menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi ini memiliki nilai yang sangat penting dan strategis dalam membangun sumber daya manusia Brimob yang profesional dan siap operasional.
“Ancaman KBR bukan lagi bersifat teoretis, tetapi sudah menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi secara serius dan profesional. Oleh karena itu, kemampuan identifikasi, kecepatan respons, serta ketepatan prosedur di lapangan menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat dan keselamatan personel,” tegas Brigjen Pol. Djadjuli.
Lebih lanjut, beliau juga menyoroti dinamika gangguan kamtibmas yang terus berkembang, mulai dari unjuk rasa dengan eskalasi tinggi hingga potensi konflik massa dan kerawanan dalam kegiatan publik. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan personel PHH serta peran strategis operator APC dalam mendukung mobilitas, perlindungan, hingga pengendalian situasi berisiko tinggi.
“Tidak boleh ada personel yang bertugas tanpa kesiapan dan standar kompetensi yang jelas. Sertifikasi ini adalah bentuk pertanggungjawaban kita kepada institusi, negara, dan masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Djadjuli.
Brigjen Pol. Djadjuli juga menekankan kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan tanggung jawab, serta meminta para asesor melaksanakan penilaian secara objektif dan profesional tanpa menurunkan standar.
“Keputusan hari ini akan menentukan keselamatan di lapangan. Lahirkan personel yang benar-benar kompeten, bukan sekadar memenuhi administrasi,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Korbrimob Polri berharap dapat mencetak personel yang tangguh, profesional, dan adaptif dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, sekaligus memperkuat peran sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.





