INLINK,JAYAWIJAYA | Suasana penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Masak Besar Kuali Merah Putih yang digelar di Lapangan Hepuba, Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (25/7). Kegiatan yang diprakarsai oleh Bobon Santoso bersama Kodam XVII/Cenderawasih ini mendapat sambutan antusias dari ribuan masyarakat.
Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., hadir langsung bersama Pangdam XVII/Cenderawasih, jajaran TNI-Polri, serta masyarakat dari berbagai distrik untuk mengikuti proses memasak hingga pembagian makanan kepada warga.
Dalam wawancaranya, Bupati Atenius Murip menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Hari ini merupakan kegiatan yang luar biasa. Kita menikmati Kuali Merah Putih yang diinisiasi oleh Pak Bobon Santoso. Ini adalah masakan dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Semua dilakukan bersama dalam suasana sukacita yang belum pernah ada sebelumnya,” ujar Bupati.
Bupati mengungkapkan kekagumannya terhadap kapasitas kuali raksasa yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, satu kuali mampu menyediakan makanan bagi sekitar 2.000 orang, sehingga apabila menggunakan dua kuali dengan kapasitas penuh, sekitar 4.000 orang dapat menikmati hidangan bersama.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak menghilangkan identitas budaya masyarakat Papua Pegunungan yang dikenal dengan tradisi bakar batu.
“Kita tidak meninggalkan identitas kita sebagai masyarakat pegunungan yang memiliki budaya bakar batu. Hari ini memang konsepnya adalah Kuali Merah Putih. Tradisi bakar batu tetap menjadi bagian dari budaya kita dan akan dilaksanakan pada momentum yang berbeda,” jelasnya.
Bupati turut menyampaikan terima kasih kepada Bobon Santoso beserta seluruh pihak yang telah menghadirkan kegiatan tersebut di Jayawijaya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih. Semoga Pak Bobon terus berkarya dan membawa semangat kebersamaan ke berbagai daerah di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Bobon Santoso mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan Kuali Merah Putih bukan semata-mata memasak, melainkan membangun persaudaraan, mempererat silaturahmi, dan merawat semangat kebhinekaan.
Menurut Bobon, antusiasme masyarakat Jayawijaya menjadi yang terbesar selama pelaksanaan kegiatan serupa di berbagai daerah.
“Selama kami berkeliling, antusiasme masyarakat di Papua Pegunungan, khususnya Wamena, adalah yang paling luar biasa. Hari ini kita mengolah sekitar 10 ekor babi, dua ekor sapi, serta berbagai bahan pangan dengan total hampir empat ton yang dimasak dan dibagikan bersama,” ungkapnya.
Bobon menambahkan bahwa proses memasak melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, TNI, hingga masyarakat dari enam distrik yang bersama-sama bergotong royong menyiapkan makanan.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan saling menghargai keberagaman di Indonesia.
Kegiatan Masak Besar Kuali Merah Putih berlangsung meriah dengan ribuan warga yang memadati lokasi. Selain menikmati hidangan bersama, masyarakat juga merasakan suasana kekeluargaan yang menjadi tujuan utama penyelenggaraan kegiatan tersebut, sebagai wujud nyata persatuan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.
(Iskhia Wakerkwa)






