INLINK, SRAGEN — Dukungan terhadap program ketahanan pangan terus digelorakan jajaran Polres Sragen. Bukan sekadar seremonial, tiga Polsek diantaranya Sumberlawang, Gesi, dan Ngrampal, turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan tanaman jagung tumbuh optimal hingga memasuki masa panen.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari memberikan apresiasi atas langkah jajaran tersebut. Menurutnya, pengecekan langsung ke lahan menjadi bagian penting dari upaya Polri mengawal program swasembada pangan sekaligus memastikan produktivitas petani tetap terjaga.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut memastikan program ketahanan pangan berjalan di tingkat lapangan. Pendampingan seperti ini harus dilakukan secara konsisten,” tegas AKBP Dewiana.
Di Kecamatan Sumberlawang, Kapolsek AKP Sudarmaji, bersama personel mengecek lahan jagung milik Mardi di Dukuh Purwantoro, Desa Tlogotirto. Lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi tersebut ditanami jagung yang kini berusia sekitar 85 hari.
Hasil pengecekan menunjukkan tanaman tumbuh sehat dengan tinggi rata-rata 160–170 sentimeter, daun berwarna hijau, serta telah menjalani dua kali pemupukan.
Kebutuhan pupuk juga dilaporkan tersedia dan lancar. Dengan kondisi tersebut, tanaman diperkirakan memasuki masa panen pada awal September 2026 dengan potensi hasil sekitar 1,8 ton.
Sementara itu, jajaran Polsek Gesi melakukan pengecekan lahan jagung milik Suparman di Dukuh Ngrawoh, Desa Pilangsari. Lahan seluas 2.000 meter persegi itu memiliki tanaman dengan tinggi sekitar 160 sentimeter dan diproyeksikan panen pada 30 September 2026.
Petani juga memastikan perawatan dilakukan secara rutin, termasuk pembersihan rumput dan gulma setiap pekan. Ketersediaan pupuk serta kebutuhan air untuk tanaman juga dinilai mencukupi.
Di wilayah Ngrampal, personel Polsek Ngrampal mengecek lahan jagung milik Bari Pawiro di Dukuh Ngrejeng, Desa Klandungan, dengan luas sekitar 1.000 meter persegi.
Tanaman berusia sekitar 40 hari tersebut memiliki tinggi rata-rata 150 sentimeter, berdaun hijau, mulai berbuah, dan tidak ditemukan serangan hama maupun penyakit dalam skala signifikan.
Pemupukan telah dilakukan dua kali dengan dukungan pupuk yang relatif mudah diperoleh.
Tiga kegiatan tersebut menunjukkan pola pengawalan yang sama: polisi turun ke sawah, melihat langsung kondisi tanaman, berdialog dengan petani, sekaligus memetakan kebutuhan agar produksi pangan tetap terjaga.
Kapolres Sragen menegaskan, keterlibatan jajaran Polres Sragen dalam sektor pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda nasional mewujudkan swasembada pangan.
“Ketahanan pangan dimulai dari lahan. Karena itu, kami mendorong seluruh jajaran untuk terus hadir bersama petani, melakukan pengecekan secara rutin, dan membantu mencari solusi apabila ditemukan kendala di lapangan,” ujar AKBP Dewiana.
Dengan pengawasan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres Sragen berharap produktivitas tanaman jagung di berbagai wilayah Kabupaten Sragen semakin meningkat dan hasil panen mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ketahanan pangan daerah maupun nasional.






