INLINK, TANGERANG, Transformasi tata kelola pasar rakyat di Kota Tangerang memasuki fase baru seiring dilaksanakannya soft launching Pasar Lembang Baru di Kecamatan Ciledug. Kehadiran pasar ini tidak semata dimaknai sebagai peresmian fisik ruang niaga, melainkan sebagai bagian dari strategi struktural pemerintah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis legalitas, kebersihan, serta keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dukungan terhadap keberadaan Pasar Lembang Baru datang dari berbagai unsur masyarakat. Ketua Umum BAPASI 1 Kota Tangerang, H. Maulana Hasanudin, menyatakan optimismenya bahwa pasar tersebut akan menjadi katalis peningkatan kesejahteraan ekonomi warga, khususnya para pedagang kecil.
Menurut Maulana, pasar yang tertata dan dikelola secara profesional berpotensi menciptakan nilai jual yang lebih kompetitif, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal yang sehat. Ia menilai, Pasar Lembang Baru membuka ruang bagi penguatan sumber daya manusia agar mampu berdaya dan berkembang di wilayahnya masing-masing.
“Dengan adanya Pasar Lembang Baru, diharapkan perekonomian masyarakat dapat meningkat. Nilai jual menjadi lebih baik, dan masyarakat bisa tumbuh secara mandiri di lingkungannya sendiri,” ujar Maulana.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar kebersihan dan kelayakan pasar sebagai prasyarat utama terciptanya iklim perdagangan yang kondusif. “Harapannya, Pasar Lembang Baru dapat menjadi pasar yang tertata, bersih, dan memberikan rasa nyaman, baik bagi pedagang maupun konsumen,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Maulana turut menyampaikan apresiasi kepada PT Bumi Jawa Rentspace selaku pengelola, Pemerintah Kota Tangerang, PD Pasar Kota Tangerang, serta seluruh instansi terkait yang telah berkontribusi dalam proses revitalisasi Pasar Lembang Baru sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah.
Dukungan senada disampaikan Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kota Tangerang, Cecep Yuliardi, yang hadir memenuhi undangan peresmian pasar tersebut. Cecep menilai pembangunan dan revitalisasi Pasar Lembang Baru mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan sarana perdagangan rakyat yang layak, bersih, dan manusiawi.
“Pasar ini dibangun dengan konsep modern tanpa meninggalkan karakter pasar rakyat. Fasilitas seperti kios, los, area parkir, dan sanitasi yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pembeli, sehingga berdampak pada peningkatan transaksi ekonomi,” ujar Cecep.
Sebagai bagian dari elemen kontrol publik terhadap tata kelola pemerintahan, FWJI, lanjut Cecep, mendukung penuh kebijakan Pemerintah Kota Tangerang dalam menata pasar rakyat. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya peran aktif pengelola dan pedagang dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan pasar.
“Pasar yang sudah tertata dengan baik harus dijaga bersama. Jangan sampai kembali kumuh dan becek. Pasar ini harus menjadi ruang transaksi yang aman, nyaman, dan bermartabat,” tegasnya.
Cecep berharap, dengan dukungan lintas sektor serta pengelolaan yang konsisten, Pasar Lembang Baru dapat berfungsi sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat yang berkelanjutan. Ia juga menyampaikan doa agar seluruh ikhtiar pemerintah dan pemangku kepentingan dalam membangun perekonomian Kota Tangerang mendapat ridho dan keberkahan.
Dengan menguatnya dukungan dari unsur masyarakat, organisasi profesi, dan dunia usaha, Pasar Lembang Baru diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga simbol keberhasilan penataan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang.