INLINK,JAYAWIJAYA | Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., melakukan verifikasi langsung terhadap data guru honorer dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA yang bertugas di 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya. Pendataan tersebut dilakukan bersama Dinas Pendidikan dan seluruh jajaran sebagai langkah memastikan validitas data tenaga pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di daerah.
Dalam wawancara usai kegiatan pendataan, Bupati Atenius Murip menjelaskan bahwa dirinya secara langsung mengabsen satu per satu guru honorer untuk memastikan keberadaan, masa pengabdian, serta status keaktifan mereka di sekolah masing-masing,Pada Selasa (7/7/2026).
”Tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan apakah guru-guru honorer kita benar-benar masih mengajar atau tidak. Saya sendiri mengabsen satu per satu, menanyakan sejak kapan mereka mengajar, apakah masih aktif, sedang sakit, sudah pindah, atau bahkan sudah meninggal dunia,” ujar Bupati.
Dari hasil verifikasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menemukan sejumlah data yang sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Beberapa nama dalam daftar diketahui telah meninggal dunia, ada yang telah pindah ke daerah lain, dan ada pula yang tidak lagi mengajar.
Menurut Bupati, pembaruan data ini sangat penting agar data yang dikirim ke pemerintah pusat benar-benar akurat, terutama dalam proses pengusulan tenaga honorer ke skema pengangkatan seperti K2, PPPK, maupun kebijakan kepegawaian lainnya.
”Kita tidak ingin data yang dikirim ke pusat ternyata masih mencantumkan orang yang sudah meninggal atau sudah tidak lagi mengajar. Karena itu kami melakukan pengecekan langsung agar semuanya benar-benar valid,” tegasnya.
Selain sebagai proses validasi data, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terhadap para guru honorer yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.
Bupati mengungkapkan bahwa banyak guru honorer yang telah mengajar sejak tahun 2008, 2015, hingga 2016 dengan penuh dedikasi meskipun memiliki keterbatasan dalam kesejahteraan.
”Mereka mengajar dengan penuh kesetiaan. Pengabdian mereka sangat luar biasa. Karena itu pemerintah harus hadir memberikan perhatian kepada mereka,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sumber daya manusia sangat bergantung pada dedikasi para guru.
”Saya juga berpesan kepada seluruh guru, baik ASN maupun honorer, agar tetap setia menjalankan panggilan untuk mendidik generasi muda. Kalau guru tidak lagi mengajar dengan sungguh-sungguh, bagaimana masa depan sumber daya manusia di Jayawijaya? Pendidikan adalah fondasi pembangunan daerah,” ujarnya.
Bupati berharap melalui pembenahan data tersebut pelayanan pendidikan di Kabupaten Jayawijaya semakin baik, sejalan dengan motto pembangunan daerah, “Hari esok harus lebih baik dari hari ini.”
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Kalep Asso, S.Pd., menjelaskan bahwa seluruh guru honorer yang didata selama ini dibiayai oleh Dinas Pendidikan.
Ia menyampaikan bahwa hasil verifikasi akan menjadi dasar dalam penataan tenaga honorer ke depan. Guru yang telah meninggal dunia, pindah daerah, atau tidak lagi aktif mengajar akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan melalui mekanisme yang akan diatur pemerintah.
”Kami akan menyesuaikan kebutuhan tenaga guru berdasarkan hasil pendataan ini. Langkah teknis selanjutnya akan kami atur agar formasi yang tersedia benar-benar diisi oleh guru yang aktif mengabdi,” jelas Kalep Asso.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari sekitar 600 tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan, sekitar 224 orang diperkirakan masuk dalam data prioritas yang akan diproses sesuai ketentuan pemerintah. Rekrutmen tersebut diprioritaskan bagi tenaga honorer yang telah mengabdi sejak sekitar tahun 2015 dan sebelumnya, sedangkan guru yang mulai mengajar pada tahun-tahun berikutnya akan mengikuti mekanisme kepegawaian sesuai kebijakan pemerintah yang berlaku.
Melalui pendataan menyeluruh ini, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pendidikan yang lebih tertib, akurat, dan berkeadilan, sekaligus memastikan setiap sekolah di seluruh wilayah Jayawijaya memiliki tenaga pendidik yang aktif demi meningkatkan mutu pendidikan bagi generasi penerus.
(Iskhia Wakerkwa)






