INLINK,WAMENA | Yayasan Anak Papua Bersinar (Papua Worship Kids) resmi diluncurkan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peluncuran yayasan ini menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan generasi muda Papua melalui pendidikan, pembentukan karakter, pengembangan bakat, serta penanaman nilai-nilai iman sebagai bekal menuju Generasi Emas Papua.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR Provinsi Papua Pegunungan yang juga Pembina Yayasan Anak Papua Bersinar, Fransina Daby, menyampaikan bahwa kehadiran yayasan merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi generasi muda Papua yang menghadapi berbagai tantangan sosial di era globalisasi.
Menurut Fransina, masih banyak anak-anak Papua yang putus sekolah, belum mampu membaca dan menulis, serta rentan terpengaruh oleh berbagai pengaruh negatif. Karena itu, Yayasan Anak Papua Bersinar hadir sebagai wadah pembinaan agar anak-anak memperoleh pendidikan, pendampingan, dan pembentukan karakter yang baik.
> “Sebagai wakil rakyat dan sebagai seorang mama di Papua Pegunungan, saya memiliki kerinduan untuk merangkul anak-anak Papua agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik. Kami ingin membina mereka melalui pendidikan, membaca, menulis, belajar bahasa Inggris, musik, dan pembentukan karakter sehingga mereka dapat menjadi generasi yang berkualitas,” ujar Fransina.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan melalui Papua Worship Kids telah berjalan selama kurang lebih tujuh hingga delapan bulan. Selama itu, para relawan secara konsisten mendampingi anak-anak di sekitar 15 titik pembinaan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Jayawijaya.
Menurutnya, pembentukan yayasan menjadi langkah penting agar pelayanan kepada anak-anak memiliki dasar hukum yang jelas serta membuka peluang memperoleh dukungan dari pemerintah maupun berbagai pihak lainnya.
Fransina juga mengajak Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, gereja, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi muda Papua.
”Saya percaya, 30 hingga 40 tahun ke depan, anak-anak yang kita didik hari ini akan menjadi para pemimpin Papua. Mereka akan menjadi bupati, gubernur, maupun pemimpin di berbagai bidang. Karena itu, mari kita bergandengan tangan untuk menyelamatkan generasi ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Papua harus dimulai dari pembangunan sumber daya manusianya.
”Papua bukan hanya tentang gunung, sungai, atau bangunan. Papua adalah manusianya. Jika manusianya berubah menjadi lebih baik, maka daerah ini juga akan berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Dalam wawancara tersebut, Fransina turut menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya agar memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program pembinaan yang dijalankan Yayasan Anak Papua Bersinar. Menurutnya, hingga saat ini seluruh kegiatan masih dilakukan dengan berbagai keterbatasan, mulai dari penyediaan makanan, fasilitas belajar, hingga perlengkapan bagi anak-anak.
Yayasan Anak Papua Bersinar mengusung visi “Persatuan Gerakan Milenial Menuju Transformasi Papua bagi Kemuliaan Tuhan” dengan delapan misi utama, antara lain membangun persatuan generasi muda Papua, membentuk karakter yang takut akan Tuhan, meningkatkan kualitas pendidikan dan kepemimpinan, mendorong pemberdayaan ekonomi, memperkuat kolaborasi lintas suku dan gereja, menanamkan nilai kasih dan keadilan, menggerakkan aksi sosial kemanusiaan, serta menjadikan generasi Papua sebagai agen perubahan bagi kemuliaan Tuhan.
Peluncuran Yayasan Anak Papua Bersinar diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, gereja, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam mencetak generasi Papua yang beriman, berkarakter, cerdas, mandiri, dan mampu membawa perubahan positif bagi masa depan Tanah Papua.
(Iskhia Wakerkwa)






