Bantargebang Overcapacity.! RW 06 Malaka Jaya Antisipasi dengan Gerakan Pilah Sampah Dapur

JAKARTA, Inlink.id – Permasalahan sampah dan keterbatasan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) masih menjadi dilema besar bagi masyarakat ibu kota. Merespons kondisi ini, pengurus RW 06 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, bergerak cepat dengan menggelar sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumbernya, yakni area dapur rumah tangga.

 

 

Ketua RW 06 Malaka Jaya, Wijonarko, SH, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut nyata dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026. Aturan tersebut mewajibkan masyarakat untuk memilah sampah secara mandiri guna mengurangi beban volume sampah Jakarta.

 

“Kami mengajak seluruh warga dari RT 01 sampai RT 16, dibantu kader Jumantik, Dasawisma, Karang Taruna dan Bidang Pengelolaan Sampah (BPS) untuk mengedukasi warga. Kemarin kami sudah menyisir tiga blok pemukiman yang mewakili seluruh RT di wilayah kami,” ujar Wijonarko saat diwawancarai, Minggu (7/6/2026).

 

Wijonarko menekankan pentingnya memisahkan sampah organik (sampah dapur) dan non-organik. Langkah ini sangat mendesak mengingat adanya kebijakan baru dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta per 1 Agustus 2026, di mana TPST Bantargebang tidak akan lagi menerima kiriman sampah organik, melainkan hanya sampah residu.

 

 

Saat ini, RW 06 telah menerima bantuan tiga tong sampah khusus dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta yang ditempatkan di Blok 24, Blok 25, dan Blok 26. Sampah yang terkumpul di titik-titik tersebut akan diangkut oleh petugas Dinas LH setiap dua hingga tiga hari sekali.

 

“Karena fasilitas tong masih terbatas, kami mengimbau warga melalui Ketua RT untuk menyiapkan ember atau wadah mandiri di rumah. Sampah dapur bisa dimasukkan ke sana atau dibungkus plastik sebelum diangkut oleh petugas gerobak sampah lokal,” tambah Wijonarko.

 

 

Dukungan serupa datang dari Ali Imron dari FKDM Kelurahan, Ia menyebutkan bahwa sistem jemput bola dengan truk sampah, seperti yang biasa beroperasi di Jalan Bunga Rampai Raya, harus mulai diimbangi dengan kesadaran warga memilah sampah sejak dari rumah demi mengurangi beban TPS.

 

 

Gerakan lingkungan ini mendapat penguatan penuh dari para kader wilayah. Perwakilan Dasawisma RW 06 menyatakan kesiapannya untuk turun langsung menginformasikan program ini kepada warga binaan dan mendukung penuh operasional BPS RW 06.

 

 

Senada dengan hal itu, Tim Jumantik RW 06 ikut mengingatkan bahwa pemilahan sampah yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kesehatan lingkungan dan mencegah timbulnya sarang penyakit.

 

Sementara itu, Ketua BPS RW 06 Malaka Jaya, Nova Fauziah, menggarisbawahi pentingnya peran ibu rumah tangga dalam menyukseskan program ini. “Kondisi Bantargebang sudah melebihi kapasitas (overcapacity). Peran kita sebagai ibu sangat krusial untuk memilah sampah dapur sejak dari rumah,” tegas Nova.

 

 

Komitmen penuh juga disuarakan oleh Ketua PKK RW 06, A Adelien P, serta perwakilan PKK Kelurahan Malaka Jaya, Mimi Wahid. Mereka mengapresiasi langkah taktis Ketua RW 06 yang membentuk BPS tingkat RW sebagai motor edukasi. Menurut mereka, menyasar area dapur adalah strategi paling tepat karena dari sanalah volume sampah rumah tangga terbesar diproduksi setiap harinya. (Andy.S).

Share Berita:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Terkait

Popular Post