INLINK, Semarang | Polres Semarang terus mematangkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi situasi kontinjensi di wilayah Kabupaten Semarang. Salah satunya melalui simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar pada Kamis (23/4/2026) di halaman Kantor Bupati Semarang.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, serta disaksikan Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha bersama jajaran Forkopimda. Sebanyak 518 personel diterjunkan, masing-masing menjalankan peran sesuai prosedur pengamanan yang telah ditetapkan.
Dalam simulasi tersebut, diperagakan skenario penanganan aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung kondusif, namun kemudian berkembang menjadi situasi yang tidak terkendali. Pleton negosiator terlebih dahulu dikerahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis dengan mendengarkan aspirasi massa.
Namun, dalam skenario, massa aksi menolak penjelasan yang diberikan hingga situasi memanas dan berujung kericuhan. Menyikapi hal tersebut, personel Dalmas awal hingga Dalmas lanjut diterjunkan, disusul penggunaan water canon dan tim Raimas untuk mengendalikan situasi hingga kembali kondusif.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyampaikan bahwa simulasi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel di lapangan.
“Simulasi ini bertujuan mengasah kemampuan anggota agar selalu siap bertindak sesuai prosedur. Dalam setiap penyampaian aspirasi masyarakat, kami tetap mengedepankan pelayanan dan pengamanan secara profesional,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Polres Semarang siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi di wilayah hukumnya.
“Dalam kondisi apapun, baik situasi kondusif maupun berpotensi gangguan, kami siap mengantisipasi dan menangani secara maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha memberikan apresiasi atas pelaksanaan simulasi tersebut. Menurutnya, sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Sinergi yang sudah terjalin dengan baik ini menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Semarang. Jika ada aspirasi masyarakat, tentu kita kedepankan dialog dan musyawarah sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh unsur pengamanan semakin solid dan siap menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Kabupaten Semarang.
Khnza Haryati





