Marwah Pers Tercoreng! GANN Soroti Diduga Maraknya Oknum Wartawan Bodrek

INLINK,BANTEN | Keberadaan oknum yang mengatasnamakan wartawan namun diduga tidak menjalankan tugas jurnalistik sesuai prinsip profesionalisme kembali menjadi sorotan.

Fenomena yang sering disebut masyarakat sebagai wartawan bodrex dinilai berpotensi merusak citra dan marwah profesi jurnalistik.

Wakil Ketua Umum DPP GANN, David Hardson Sinagabariang, S.E.,yang juga sebagai Kaperwil Banten dari Nuansa Metro News menyayangkan apabila masih terdapat oknum yang menggunakan nama media dan profesi wartawan untuk kepentingan pribadi,Pada selasa (11/8/2026).

Menurut David, wartawan merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Pers memiliki fungsi memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan kontrol sosial. Karena itu, profesi tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan berpedoman pada kode etik jurnalistik.

“Jangan karena ulah segelintir oknum, seluruh wartawan profesional ikut terkena dampaknya. Wartawan yang benar bekerja berdasarkan fakta, melakukan konfirmasi dan verifikasi, serta menyampaikan berita secara berimbang,” ujar David.

Ia menegaskan, apabila ada pihak yang mengaku wartawan tetapi menggunakan profesinya untuk melakukan intimidasi, tekanan, atau meminta imbalan dengan mengatasnamakan pemberitaan, tindakan tersebut harus dibedakan dari kegiatan jurnalistik yang sah.

David juga mengimbau masyarakat, pemerintah, maupun pihak swasta agar tidak ragu melakukan verifikasi terhadap identitas wartawan dan perusahaan pers yang melakukan peliputan.

“Kalau memang wartawan, tunjukkan identitas dan media tempatnya bekerja. Berita harus berdasarkan fakta dan kepentingan publik, bukan dijadikan alat untuk menekan seseorang atau mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.

Ia berharap perusahaan pers dan organisasi profesi turut memperkuat pembinaan terhadap para jurnalis agar memahami serta menjalankan kode etik jurnalistik dengan baik.
Menurutnya, menjaga marwah pers merupakan tanggung jawab bersama.

“Kita harus
membedakan antara wartawan profesional dengan oknum yang mengaku-ngaku wartawan. Jangan sampai profesi yang seharusnya menjadi pilar demokrasi justru kehilangan kepercayaan masyarakat akibat ulah segelintir orang,” pungkas David.

Fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa kredibilitas seorang jurnalis tidak ditentukan oleh kartu pers, kamera, atau atribut media, melainkan oleh integritas, independensi, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menghasilkan karya jurnalistik.
Penutup.

TIM

Share Berita:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Terkait

Popular Post