Noken Cenderawasih Suku Lani Resmi Diakui Negara, Pemkab Jayawijaya Terima Surat Pencatatan Ciptaan

INLINK,TAGANIK | Pemerintah Kabupaten Jayawijaya resmi menerima Surat Pencatatan Ciptaan Noken Cenderawasih dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Papua dalam rangkaian kegiatan Peluncuran Noken Cenderawasih Suku Lani yang berlangsung di Kampung Taganik, Distrik Yalengga, Kabupaten Jayawijaya,pada Kamis, (24/06/2026).

‎Penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian budaya sekaligus perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual masyarakat adat Suku Lani yang mendiami wilayah Bomta, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

‎Dalam prosesi penyerahan, perwakilan Kanwil Kementerian Hukum Papua menyerahkan langsung Surat Pencatatan Ciptaan Noken Cenderawasih kepada Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H. Selanjutnya, Bupati Jayawijaya menyerahkan dokumen tersebut kepada Koordinator Noken Cenderawasih Wilayah Bomta sebagai simbol pemberian hak pengelolaan dan perlindungan kekayaan intelektual kepada masyarakat pemilik budaya tersebut.

‎Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Kanwil Kemenkum Papua yang telah memberikan dukungan dalam proses pencatatan hak cipta Noken Cenderawasih.

‎”Hari ini merupakan momentum yang sangat bersejarah bagi masyarakat Suku Lani di Kabupaten Jayawijaya. Dengan adanya Surat Pencatatan Ciptaan ini, Noken Cenderawasih memperoleh perlindungan hukum sebagai kekayaan intelektual masyarakat adat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Kanwil Papua yang telah memfasilitasi proses ini sehingga warisan budaya leluhur dapat terlindungi secara resmi,” ujar Bupati.

‎Menurut Bupati, Noken Cenderawasih tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Suku Lani, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para mama-mama perajin yang selama ini menjaga tradisi merajut noken secara turun-temurun.

‎Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Jayawijaya dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya, Ny. dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ., menyampaikan bahwa kegiatan peluncuran Noken Cenderawasih turut dirangkaikan dengan aksi penghijauan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

‎”Kami dari TP PKK, Dekranasda, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya melaksanakan penanaman bibit pohon kopi, pohon pinus, serta berbagai tanaman bunga yang akan ditanam di sepanjang wilayah sembilan distrik kawasan Bomta. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup demi generasi mendatang,” ujarnya.

‎Selain peluncuran Noken Cenderawasih, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam mendukung pelestarian budaya lokal, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

‎Sementara itu, Koordinator Noken Cenderawasih Wilayah Bomta Ibu Amosina Wenda, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya serta Kanwil Kementerian Hukum Papua atas dukungan yang diberikan kepada para perajin noken.

‎”Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Jayawijaya, Ibu Ketua TP PKK, Kanwil Kementerian Hukum Papua, serta seluruh pihak yang telah mendukung lahirnya hak cipta Noken Cenderawasih. Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Suku Lani di 9 distrik dan 63 kampung yang selama ini terus melestarikan budaya merajut noken sebagai warisan leluhur,” ujarnya.

‎Dengan diterbitkannya Surat Pencatatan Ciptaan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia, Noken Cenderawasih kini resmi memperoleh perlindungan hukum sebagai kekayaan intelektual masyarakat adat Suku Lani. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap pengakuan tersebut dapat memperkuat identitas budaya daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat, serta menjaga warisan budaya Papua Pegunungan agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

(Iskhia Wakerkwa)

Share Berita:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post Terkait

Popular Post