Singaraja, Inlink.id – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pelepasan puluhan Bhiksu yang memulai perjalanan spiritual jalan kaki (Thudong) dari Singaraja menuju Candi Borobudur, Sabtu (9/5/2026).
Ritual fisik dan spiritual ini dilakukan khusus membawa misi besar : Perdamaian Dunia.
Tepat pukul 09.00 WITA, rombongan dilepas secara resmi dari pusat kota Singaraja oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Pj. Gubernur Bali, dan Pj. Bupati Buleleng.
Prosesi ini ditandai dengan penyerahan simbolis bendera Merah Putih dan pataka perdamaian kepada perwakilan Bhiksu.
Misi Lintas Batas dan Toleransi Wamenag dalam sambutannya menekankan bahwa perjalanan Thudong ini bukan sekadar perjalanan fisik ribuan kilometer, melainkan simbol ketangguhan mental dan pesan moderasi beragama.
“Langkah kaki para Bhiksu ini adalah langkah perdamaian.
Dari Bali, pulau toleransi, mereka membawa pesan keharmonisan untuk Indonesia dan dunia,” ujar Wamenag di hadapan ratusan umat yang memadati lokasi pelepasan.
Rute dan Estimasi Perjalanan Para Bhiksu dijadwalkan melintasi rute darat menyeberangi Selat Bali, menyusuri jalur Pantura Jawa, hingga akhirnya tiba di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Perjalanan ini diprediksi akan memakan waktu beberapa minggu, dengan puncak prosesi bertepatan dengan perayaan Trisuci Waisak 2570 BE.
Gubernur Bali menyatakan kebanggaannya karena Singaraja dipilih sebagai titik awal (start).
Menurutnya, ini mempertegas posisi Bali sebagai gerbang perdamaian internasional.
Sementara itu, Bupati Buleleng memastikan bahwa jajaran Pemkab bersama aparat keamanan dan relawan akan mengawal rombongan hingga ke pelabuhan penyeberangan untuk memastikan kelancaran perjalanan.
Antusiasme warga terlihat di sepanjang jalan protokol Singaraja. Masyarakat dari berbagai lintas agama berdiri di pinggir jalan untuk memberikan penghormatan dan semangat kepada para Bhiksu.
“Kami terharu melihat semangat beliau-beliau. Ini pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga kedamaian di tengah perbedaan,” ujar salah satu warga yang hadir.
Perjalanan ini diharapkan menjadi pengingat global bahwa melalui kesabaran dan keteguhan, pesan perdamaian dapat disebarkan melampaui batas-batas negara dan keyakinan. (Andy.S).





