INLINK, Jakarta | Terjadinya insiden penyerangan terhadap Mako Polres Tarakan, Kalimantan Utara, Purnawirawan TNI AD Mayjen Tatang Zaenudin yang juga selaku sebagai Dewan Pembina di FWJ Indonesia Memberikan tanggapannya dalam sebuah pesan WhatsApp pada hari Selasa, (25/2/2025).
Tatang Zaenudin menyalahkan para pemimpin dari para instansi, “yang gak bagus itu para pemimpinnya, tidak bisa untuk membuat kebijakan kepada anggota – anggotanya, atau mungkin para pemimpinnya sudah tidak perduli lagi kepada tingkah laku anggotanya Diluar sana, karena mungkin sibuk dengan kepentingan pribadi masing-masing, “ujarnya.
“Jaman saya dulu Menjabat sebagai komandan Batalyon dengan tegas melarang anggota Saya untuk jadi pembacking Diskotik /Tempat hiburan malam dan melarang anggota keluar setelah apel malam, pada jam 22.00. Saya juga tidak paham dengan kepemimpinan mereka saat ini, tambah Tatang.
Mayjen Purnawirawan TNI AD juga sangat menyayangkan dengan sikap arogan dari oknum anggota polisi polres Tarakan tersebut, bila sudah tahu bahwa itu anggota TNI, hanya gara – gara masalah kecil langsung digebukin, apa dia tidak ngerti yang digebukin itu anggota TNI?, lawannya adalah anggota TNI yang doktrinnya jelas perang, tuturnya.
Dari persoalan ini jangan ditanya lagi siapa yang salah dan siapa yang benar, semuanya salah dan jangan hanya anggota – anggota yang terlibat yang dihukum, tapi Proses para pimpinan kedua belah pihak, sampai sejauh mana tanggung jawab Pimpinan/Atasan dalam membuat kebijakan sehingga mereka tidak liar seperti ini.
Dulu dalam 1 minggu ada Ceramah Pembinaan Mental, Santiaji kepada Anggota dgn tujuan agar mereka tidak melakukan hal – hal yang merugikan diri sendiri, nama baik Institusi dan masyarakat, tegas Tatang.
Tatang Zaenudin juga mengingatkan kepada 2 instansi negara tersebut, dengan adanya slogan TNI – Polri Solid, Jangan hanya slogan atau hiasan saja, seharusnya mereka harus benar-benar menjaga komitmen itu.