INLINK, Aceh|Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem membuat pernyataan tegas, bahwa empat pulau yang menjadi polemik dengan Sumatera Utara adalah hak milik Aceh dan wajib dipertahankan.
Dalam rapat khusus di Meuligoe Gubernur Aceh pada Jumat (13/6), Mualem menolak wacana pengelolaan bersama atas pulau-pulau tersebut dan menegaskan bahwa Aceh akan menempuh langkah-langkah administratif, politik, dan kekeluargaan untuk mempertahankan wilayah tersebut.
“Macam mana mau dikelola bersama, itu kan milik kita, kepunyaan kita, hak kita. Jadi kita pertahankan,” ujar Mualem dikutip pada Sabtu (14/6).
Pemerintah Aceh juga telah mengirim surat keberatan kepada Kementerian Dalam Negeri. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyatakan bahwa Mendagri akan memimpin kajian ulang secara menyeluruh melalui Tim Nasional Penamaan Rupa Bumi. Kajian ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Juni 2025, untuk mencari solusi atas sengketa wilayah tersebut.
Mualem juga menyatakan siap melapor ke Presiden Prabowo Subianto soal polemik mengenai empat pulau di Kabupaten Aceh Singkil. “Insyaallah seperti itu. (Bahas dengan Prabowo) tahap terakhir jika semuanya tidak mempan. Dan Alhamdulillah saya yakin beliau komitmen. Insya Allah kita doakan bersama,” ujarnya.





