March 29, 2023 Jakarta
Dark Light

Inlink

Inlink > Budaya > Gegara Omnicron Masyarakat Sunda Gagal Geruduk Markas PDIP

Gegara Omnicron Masyarakat Sunda Gagal Geruduk Markas PDIP

INLINK, Jakarta | Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan diadukan Masyarakat Penutur Bahasa Sunda (MPBS) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, (26/012022).


Selain itu, ratusan massa dari Masyarakat Sunda pun melakukan aksi damai di depan Gedung DPR/MPR. Mereka menuntut Arteria Dahlan dipecat lantaran telah melukai hati masyarakat Sunda karena pernyataanya yang merendahkan penggunaan Bahasa Sunda.


Sebenarnya MPBS pun memiliki agenda lain, yakni mendatangi DPP PDIP. Mereka juga akan mengadukan Arteri Dahlan.
”Sebelumnya sudah diagendakan. Kami akan diterima pihak DPP PDIP. Tapi sehari sebelum kami ke Jakarta, kami dikabari pertemuan ditunda dengan waktu yang tidak bisa ditentukan,”jelas Ketua Gerakan Pilihan Sunda (Gerpis), Andri P Kantaprawira 
Mengenai penyebab dibatalkannya pertemuan antara MPBS dengan pengurus DPP PDIP, kata Andri, disebabkan adanya kasus Omicron.


”Katanya ada yang terjangkit Omicron. Jadi jadwal ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan, “tambah Andri.
Sebelumnya, DPP PDIP diinformasikan telah memberikan sanksi berupa peringatan kepada Arteria Dahlan terkait pernyataannya yang menyinggung masyarakat Sunda. Bahkan, usai dipanggil oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, Arteria Dahlan pun menyatakan permintaan maaf atas pernyataannya yang dinilai menyinggung warga Jabar.


“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” ujar Arteria usai memberikan klarifikasi kepada DPP Partai pada Kamis 20 Januari, pada pukul 11.00-12.00 WIB di kantor DPP PDIP.


Ditambahkan Andri, Masyarakat Penutur Bahasa Sunda sebagai gerakan bersama masyarakat Sunda tidak terkait dengan kepentingan politik fraksi manapun.
Bahkan untuk membuktikan itu, pihaknya lebih memilih diantar oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dra. Hj. Eni Sumarni, yang non partai hingga akhirnya bisa diterimi MKD DPR RI.


”MPBS sengaja minta diantar oleh Anggota DPD RI Dra. Hj. Eni Sumarnil agar tidak ada salah mengerti dari pihak DPP PDIP bahwa gerakan punya political interest titipan,”tegas dia.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.