Denpasar, Saat menjadi keynote speech di Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KAHMI Bali, Denpasar, Bali, 13/6/2026, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di hadapan anggota HMI dan KAHMI menceritakan pengalamannya saat aktiv di HMI Cabang Denpasar. Berbagai periode ketua umum disebutkan satu persatu sebelum dirinya juga mengemban amanah yang sama sebagai ketua umum cabang. “Saya kader HMI Cabang Denpasar”, ujarnya dengan tegas.
Saat berada di organisasi mahasiswa Islam pertama di Pulau Dewata, Viva Yoga juga membangun hubungan dengan berbagai ormas dan kelompok organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan baik di dalam maupun luar kampus. Dikatakan dirinya juga ‘nyantri’ kepada Ketua MUI Bali Habib Adnan Soenaryo. “Beliau hafiz Al Qur’an”, tambahnya. Menjadi kader HMI memberi manfaat bagi dirinya hingga bisa menjadi anggota DPR, MPR, hingga Wakil Menteri Transmigrasi. “Manfaatnya sangat luar biasa”, ungkapnya.
Sebagai kader HMI, Viva Yoga menyebutkan dirinya mengikuti tahapan-tahapan proses perkaderan yang ada, seperti Basic Training di HMI Denpasar, Intermediate Training di HMI Cabang Mataram, dan Advance Training di Badko Jawa Barat di Bandung.
Viva Yoga merasa senang bisa dikader di HMI Denpasar. Sebagai umat Islam yang hidup di tengah mayoritas umat Hindhu, dirinya bisa belajar tentang inklusifitas. “Nilai-nilai inilah yang menginternal dalam diri saya”, tuturnya. Tak hanya belajar inklusifitas namun juga belajar soal toleransi. “Nilai-nilai ini penting diinternalisasikan sebab Kita hidup dengan umat yang lain”, paparnya. Nilai-nilai yang demikian disebut juga ditekankan oleh Habib Adnan Soenaryo dalam kehidupan bermasyarakat di sana.
Nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan menurutnya juga termaktub dalam nilai-nilai dasar perjuangan HMI, NDP. “Jadi tidak ada kader HMI khususnya Cabang Denpasar yang bersikap ekstrim”, ucap alumni Universitas Udayana itu.
Kepada para alumni, Viva Yoga mengingatkan agar mereka memperhatikan anggota (adik-adik) HMI. KAHMI dibentuk untuk menghimpun para alumni yang bertebaran di berbagai infrastruktur politik dan masyarakat dengan tujuan untuk mengembangkan intelektualisme dan membantu HMI khususnya dalam perkaderan. “Kalau ada yang tidak membantu adik-adik HMI itu namanya bukan alumni”, tegasnya.
Meski sudah lama meninggalkan Bali, Viva Yoga menyebut dirinya tetap mengikuti perkembangan HMI di sana. Dirinya bersyukur HMI tidak hanya di Denpasar namun juga sudah ada di Singaraja dengan status cabang penuh. Dirinya berharap di kabupaten lain juga bisa berdiri cabang HMI.





